Thursday, 27 April 2017

PENELITIAN SAINTIFIK/ILMIAH TEKS EKSEMPLUM

PPC Iklan Blogger Indonesia
Penelitian Saintifik/Ilmiah Teks Eksemplum


PUTRI YANG MENJADI ULAR

Alkisah, ada seoranh raja dan permainsuri yang memiliki seorang putrid yang sangat cantik. Berota tentang kecantika putri raja itu tersebar ke pelososk hingga di telinga seorang raja muda yang memerintah disebuah kerajaan tetagga . raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan tetangga. Kemudian ia mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk musawarah dan meminta persetujuan untuk meminang sanga putri.
Setelah dilakukan musyawarah yang ahirnya disetujui oleh para penasehat kerajaan. Raja mudah segera memerintahkan  utusan untuk pergi ke kerajaan sang putrid untuk dilamarnya. Keesokan harinya untusan raja muda tersebut meninggalkan istana menuju kerajaan tempat tinggal sang putri . mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayahanda sang putri. Lalu utusan raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka
‘’ampun’’ banginda. Kami kesini adalah hendak mempaikan utusan pinangan raja kami. Raja Muda dikerajaan seberang , salah seorang utusan raja muda bertindaka sebagai juru bicara.
Raja yang tak lain adalah ayahanda sang putri itu mengangguk.dengan senang hati. Kami menerima pinangan raja kalian . karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur. Dami. Dan sejahtera. Jawab sang raja senang.
‘’Terima Kasih’’ . Baginda ! Berita gembira ini  segera kami sampaikan kepada raja kami. Akan tetapi…raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima. Pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi , ujar utusan tersebut memberitahu ‘’ raja muda kami . ingin pernikahanya dilangsungkan secara bersar-beasaran dan mewah. Jawab utusan itu. Menjelaskan.
‘’baiklah.  Jika memang begitu. Kami siap menunggu. Jawab sang raja bijak. Setelah kesepakatan itu. Utusan raja muda segera kembali ke negeri mereka. Mereka ingijn segera melaporkan berita itu kepada raja muda. Setelah raja muda mendengar bahwa pinangannya diterima. Ia sangat gembira mendengar berita itu.
Sementara itu. Setelah para utusan raja muda kembali ke negeri mereka. Ayah sanga putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinagan itu.
‘’Putriku yang cantik . tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu? Kedatangan mererka kemari untuk menyampaikan pinangan raja muda mereka kepadamu. Bagaimana menurutmu? Tanya sanga raja kepada putrinya yang sedang duduk ditaman kerajaan
Jika ayah senang. Putri bersedia. Jawab sang putri tersenymnya.
‘’ayahanda bangga memiliki putri yangcantik dan penurut sepertimu. Sang ayah mengulas kepala sang putri penuh saying. Ingatlah putriku . jaga dirimu baik-baik jangan biarkan terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu, tambah sang ayah mengingatkan.
‘’baik, Ayah. Aku berjanji’’ jawab sang putri sungguh-sungguh
Pernikahan sudah semakin dekat. Setiap pagi sang putrid pergi mandi dengan ditemani beberpa orang dayang disebuah kolam yang berada dibelakang istana. Dipinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri . usai berganti pakaian sang putrid segera masuk kedalam kolam berendam sejenak menyejukan sekujur tubuh. Begitulah seterusnya sampai menjelang pernikahan
Suatu hari setelah beberapa saat berendam. Sang putri duduk diatas batu ditepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya dalam air. Sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikaahnya nanti . duduk bersanding di pelaminan bersama seorang raja muda yang gagah dan tampan . sang putri asik menghayal dan menikmati kesejukan air kolam itu. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Tanpa diduga sebuah ranting pohon yang sedah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung putrid.
Aduh . hidungku!!! Jerit sang putri sambil memegang hidungnya
Tangan putrid yang malang itu penuh dengan darah . sambil menahan rasa sakit. Sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk mengambilkan cermin.
Cepat ambilkan cermin ‘’titah sang putri gugup
Betapa terkejut dan kecewa sang putri saat melihat wajahnya di cermin.hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi hilang sebagian tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam . kini wajah sang putri tidak secantik seperti semula. Ia sangat sedih dan menagis tersedu-sedu. Air matanya bercucuran.
‘’ aku … aku tidak percaya dengan semua ini. Sekarang wajahku sangat buruk ‘’ ucap sang putrid terisak-isak  jika aku gagal menikah denagn raja muda itu. Ayah dan ibu pasti kecewa dan malu dihadapan rakyatnya. Raja muda itu pasti mencari puri lain yang lebih cantik dariku. Sang putri terusmenagis. Sang putri sangat terkekang. Ia tidak ingin membuat malu san kecewa kedua orang tuanya namun. Ia juga tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya.
Putri tidak dapat berbuat apa-apa, selai menyesali nasibnya yang malang itu Hingga sang putri putus asa.
Sambil menagis sang putrid menegadahkan kedua tangan ke atas . lalu berdoa. Ya. Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuaku. Doa sang putrid dengan mata berkaca-kaca. Namun tiba-tiba petir menyambar sesaat sang putri  mengucapkan doanya. Doa sang putri di dengar oleh tuhan.
Beberapa saat kemudian. Tubuh sang putri mengalami perubahan mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat keatas . dayang-dayangnya puntersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada. Sang putri segera memerintahkan seorang dayang utnutk memberitahu ayah dan ibunya didalam istana. Sang raja dan permainsuri segera menuju kekolam permandian. Sesampainya ditempat itu. Mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri . yang tampak hanya sekor ular besar yang bergelung diatas batu biasa dipakai sang putrid untuk duduk.
Putriku!!! Seru sang raja kepada ular itu
Kaukah putri ku? Tanya permainsuri sambil menagis
Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengantatapan mata sendu. Seakan hendakberbicara. Namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya. Ular itu hanya diam saja . permainsuri berteriak memanggilnya. Namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. Tak lama kemudian . ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk kedalam semak belukar. Sang raja dan permainsuri berserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Meraka menangis atas nasib  malang yang menimpa sang putri. Ahirnya. Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari tuhan atas permintaanya sang putrid sendiri. Ia putus asa karena  telah membuat maludan kecewa kedua orang tuanya. Sang putrid merasa telah gagalmenjaga amanah ayahnya untuk menjaga dirinya agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda (*)  

 

1.      Teks Eksemplum
Teks ini memiliki tujuan sosial menilai perilaku atau karakter dalam cerita, itu sebabnya  teks ini memiliki struktur : judul ,pengenalan/orientasi, kejadian/insiden, dan interpertasi. Beberapa struktur teks tersebut ada beberapa yang mebedakan jenis teks ini dengan jenis teks anekdo atau cerita ulang.
Struktur
Teks
Judul
Putri Yang Menjadi Ular
Pengenalan/orientasi
Alkisah, ada seoranh raja dan permainsuri yang memiliki seorang putrid yang sangat cantik. Berota tentang kecantika putri raja itu tersebar ke pelososk hingga di telinga seorang raja muda yang memerintah disebuah kerajaan tetagga . raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan tetangga. Kemudian ia mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk musawarah dan meminta persetujuan untuk meminang sanga putri.
Setelah dilakukan musyawarah yang ahirnya disetujui oleh para penasehat kerajaan. Raja mudah segera memerintahkan  utusan untuk pergi ke kerajaan sang putrid untuk dilamarnya. Keesokan harinya untusan raja muda tersebut meninggalkan istana menuju kerajaan tempat tinggal sang putri . mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayahanda sang putri. Lalu utusan raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka
‘’ampun’’ banginda. Kami kesini adalah hendak mempaikan utusan pinangan raja kami. Raja Muda dikerajaan seberang , salah seorang utusan raja muda bertindaka sebagai juru bicara.
Raja yang tak lain adalah ayahanda sang putri itu mengangguk.dengan senang hati. Kami menerima pinangan raja kalian . karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur. Dami. Dan sejahtera. Jawab sang raja senang.
‘’Terima Kasih’’ . Baginda ! Berita gembira ini  segera kami sampaikan kepada raja kami. Akan tetapi…raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima. Pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi , ujar utusan tersebut memberitahu ‘’ raja muda kami . ingin pernikahanya dilangsungkan secara bersar-beasaran dan mewah. Jawab utusan itu. Menjelaskan.
‘’baiklah.  Jika memang begitu. Kami siap menunggu. Jawab sang raja bijak. Setelah kesepakatan itu. Utusan raja muda segera kembali ke negeri mereka. Mereka ingijn segera melaporkan berita itu kepada raja muda. Setelah raja muda mendengar bahwa pinangannya diterima. Ia sangat gembira mendengar berita itu.
Sementara itu. Setelah para utusan raja muda kembali ke negeri mereka. Ayah sanga putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinagan itu.
‘’Putriku yang cantik . tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu? Kedatangan mererka kemari untuk menyampaikan pinangan raja muda mereka kepadamu. Bagaimana menurutmu? Tanya sanga raja kepada putrinya yang sedang duduk ditaman kerajaan
Jika ayah senang. Putri bersedia. Jawab sang putri tersenymnya.
‘’ayahanda bangga memiliki putri yangcantik dan penurut sepertimu. Sang ayah mengulas kepala sang putri penuh saying. Ingatlah putriku . jaga dirimu baik-baik jangan biarkan terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu, tambah sang ayah mengingatkan.
‘’baik, Ayah. Aku berjanji’’ jawab sang putri sungguh-sungguh
Pernikahan sudah semakin dekat. Setiap pagi sang putrid pergi mandi dengan ditemani beberpa orang dayang disebuah kolam yang berada dibelakang istana.
Kejadian/Insiden
tiba-tiba angin bertiup kencang, tanpa diduga sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenai ujung hidung sang putri.
Aduuuh, hidungku!!!’’ jeritan sang putrid sambil memegang hidung.

Sambil menangis, sang putrid mengadahkan tanganya ke atas, lalu berdoa ya tuhan hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuaku, doa sang putri dengan mata berkaca-kaca. Namun tiba-tiba petir menyambar sesaat sang putri mengucapkan doanya, doa sang putri didengar oleh tuhan.

Beberapa saat kemudian, tubuh sang putrid mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin meramba ke atas. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peritiwa itu.ketika sisik itu menyampai dada, sang putrid segera memerintahkan seorang dayang-dayang untuk member tahu ayah dan ibunya didalam istana. Sang raja dan permainsuri segera menuju ke kolam permandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuh sang putrid. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung diatas batu yang biasa dipakai sang putrid untuk duduk.
interpertasi
Ahirnya. Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari tuhan atas permintaanya sang putrid sendiri. Ia putus asa karena  telah membuat maludan kecewa kedua orang tuanya. Sang putrid merasa telah gagalmenjaga amanah ayahnya untuk menjaga dirinya agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda (*)  


Seperti halnya kedua teks genre cerita tersebut yang dipaparkan diatas, teks eksemplum pun memamnfaatkan konjungsi dan piranti pengikat struktur teks lainya agar keseluruhan struktur teks menjadi padu. Masalah yang muncul serta memecahnya tercantum dalam struktur yang sama yaitu pada struktur: masala/ krisis/insiden. Hanya saja bedanya, apabila pada teks penceritaan ulang berakhir dengan kejadian tampa ditampakan reaksi dari pelaku terhadap peristiwa yang dialaminya, dan pada teks anekdot terdapat reaksi dari pelaku terhadap peritiwa yang dialaminya tokohnya, maka pada teks eksemplum bukan reaksi individu pelaku utama terhadap peristiwa tetapi reaksi yang berupa pesan moral dari kejadia yang dialami tokoh utama.

1.      TAHAP PENGUMPULAN DATA

NO
PERTANYAAN
JAWABAN.DATA/INFORMASI FAKTA
1.
Siapakan yang mengalami sutu peristiwa
Pelaku utama : Putri (orang pertama tunggal
Pelaku lain : teman pelaku utama (raja muda,utusan raja muda, ayahanda putri.permainsuri/ibu putrid. Dayang-dayang
2.
Peristiwa apakah yang di alami
a)   Pernikahan
b)   Angin kencang
c)   Ranting pohon jatuh
d)   Hidung putrid berdarah
e)   Wajah putrid menjadi buruk
f)    Putri menjadi ular
3.
Kapankah peristiwa itu terjadi
Saat sang putri duduk di batu di pinggir kolam dan kediaman sang putri
4.
Dimanakah peristiwa itu terjadi
Di kolam yang berada di kediaman sang putri
5.
Masalah apakah yang timbul akibat peristiwa itu
1.   Hidung putri berdarah
2.   Wajah putrid sudah tidak cantik lagi
3.   Sang putri di kutuk menjadi ular
6.
Bagaimanakah pemecahan masalah yang dilakukan pelaku
Berdoa kepada tuhan agar dihukum




2.      ANALISIS DATA

NO
STRUKTUR TEKS
JAWABAN.DATA/INFORMASI FAKTA
1.
Pengenalan
1.Pelaku utama : Putri (orang pertama tunggal
2.Pelaku lain : teman pelaku utama
3.raja muda,
4.utusan raja muda,
5.raja (ayahanda putrid).
6.permainsuri/ibu putri.
7.Dayang-dayang
2.
Masalah
1.Pernikahan
2.Angin kencang
3.Ranting pohon jatuh
4.Hidung putrid berdarah
5.Wajah putrid menjadi buruk
6.Putri menjadi ular
7.raja panic
8. putrid putus asa
6.
Pemecahan masalah
 Berdoa kepada tuhan agar dihukum




Share:

0 comments:

Post a Comment

irwansyah. Powered by Blogger.

JENDELA LANGIT

My photo
Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
saya seorang pelajar

Search This Blog

Follow by Email

cara dapat uang di blog

PPC Iklan Blogger Indonesia

Blogger news

PPC Iklan Blogger Indonesia

Feature (Side)

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news

Copyright © JENDELA LANGIT | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com